Monday, September 29, 2014

Pengertian Kota Menurut Para Ahli

Pengertian Kota Menurut Para AhliKota merupakan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit sepanjang peradaban. Kota bisa dibilang sebagai tempat yang padat dan dihuni oleh orang-orang yang heterogen (beraneka ragam). Pengertian kota secara umum adalah tempat bermukim, bekerja, dan kegiatan warga kota baik itu dalam bidang ekonomi, pemerintahan, dll. Para ahli memberikan pengertian kota sesuai dengan sudut pandang keilmuannya masing-masing. Berikut adalah beberapa pengertian kota menurut para ahli dan aneka referensi lainnya. Langsung saja kita simak yang pertama:

1. SMSAI (Standard Metropolitan Statistical Area) USA – Canada

Kota adalah tempat yang:
  • Penduduknya 50.000 jiwa atau gabungan 2 kota dengan total penduduk 50.000 jiwa.
  • Merupakan gabungan kota-kota kecil dengan masing-masing jumlah penduduknya kurang lebih 15.000 jiwa.
  • Menunjukkan hubungan antara aspek ekonomi dan sosial.
  • 75% penduduknya bekerja di sektor non pertanian.
  • Mayoritas penduduk bekerja di kota.
  • Kepadatan penduduknya 375 jiwa / hektar.

2. Bintarto

Kota sebagai kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen serta coraknya materialistis. Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli daerah tersebut dan pendatang. Masyarakat kota merupakan suatu masyarakat yang heterogen, baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan.

3. UU No. 22 th. 1999 Tentang Otonomi Daerah

Kota adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.

4. Kamus Tata Ruang

Kota adalah pemukiman yang berpenduduk relatif besar, luas area terbatas, pada umumnya bersifat non-agraris, dan kepadatan penduduk relatif tinggi.

5. Louis Wirth

Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

6. Peraturan Mendagri RI No. 4 th. 1980

Kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota administratif. Kota juga berarti suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris, misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan.

7. Jorge E. Hardoy

Ciri-ciri kota adalah:
  1. Ukuran dan jumlah penduduknya yang besar terhadap masa dan tempat.
  2. Bersifat permanen.
  3. Kepadatan minimum terhadap masa dan tempat.
  4. Struktur dan tata ruang perkotaan seperti yang ditujukan oleh jalur jalan dan ruang-ruang perkotaan yang nyata.
  5. Tempat dimana masyarakat tinggal dan bekerja.
  6. Fungsi perkotaan minimum yang diperinci, yaitu meliputi sebuah pasar, sebuah pusat administratif atau pemerintahan, sebuah pusat militer, sebuah pusat keagamaan, atau sebuah pusat aktivitas intelektual bersama dengan kelembagaan yang sama.
  7. Heterogenitas dan pembedaan yang bersifat hirarkis pada masyarakat.
  8. Pusat ekonomi perkotaan yang menghubungkan sebuah daerah pertanian di tepi kota dan memproses bahan mentah untuk pemasaran yang lebih luas.
  9. Pusat pelayanan bagi daerah-daerah lingkungan setempat.
  10. Pusat penyebaran, memiliki suatu falsafah hidup perkotaan pada masa dan tempat itu.

8. Max Weber

Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.

9. Arnold Tonybee

Kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing.

10. Ir. Sutami

Kota dipandang sebagai koldip (koleksi, distribusi, dan produksi).

11. Grunfield

Kota adalah suatu permukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada kepadatan penduduk nasional, struktur mata pencaharian nonagraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi oleh gedung-gedung tinggi yang lokasinya berdekatan.

12. Amos Rappoport

Amos Rappoport membagi definisi kota menjadi dua definisi, yaitu definisi klasik dan definisi moderen.
Definisi klasik
Kota adalah suatu permukiman yang relatif besar, padat dan permanen, terdiri dari kelompok individu-indivudu yang heterogen dari segi sosial.
Definisi Modern
Kota adalah suatu permukiman yang dirumuskan bukan dari ciri morfolgi kota tetapi dari suatu fungsi yang menciptakan ruang-ruang efektif melalui pengorganisasian ruang dan hirarki tertentu.

13. Peraturan Mendagri No. 2 th. 1987

Kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan wilayah administrasi yang diatur dalam peraturan perundangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan perkotaan.

14. Alan S. Burger

Kota adalah suatu permukiman yang menetap (permanen) dengan penduduk yang heterogen, dimana di kota itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terintegrasi membentuk suatu sistem sosial dan seterusnya.

15. National Urban Development Strategy

Kota sebagai pusat pelayanan kegiatan produksi, distribusi dan jasa-jasa yang mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

16. John Brickerhoff Jackson

Kota adalah suatu tempat tinggal manusia yang merupakan manifestasi dari perencanaan dan perancangan yang dipenuhi oleh berbagi unsur seperti bangunan, jalan dan ruang terbuka hijau.

17. Djoko Sujarto

Kota memiliki pengertian sebagai berikut:
· Demografi
Pemusatan penduduk tinggi dengan kepadatan tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya.
· Sosiologi
Adanya sifat heterogen, budaya – urbanisasi yang mendominasi budaya desa.
· Ekonomi
Adanya proporsi lapangan pekerjaan yang dominan di sekitar non pertanian seperti industri, pelayanan jasa, transport dan pedagang.
· Fisik
Dominasi wilayah terbangun dan struktur binaan.
· Administrasi
Suatu wilayah wewenang yang dibatasi oleh suatu wilayah yuridikasi yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku.

18. Marx dan Engels

Kota sebagai perserikatan yang dibentuk guna melindungi hak milik dan memperbanyak alat-alat produksi dan alat-alat yang diperlukan agar masing-masing anggota dapat mepertahankan diri. Perbedaan kota dan pedesaaan menurut mereka adalah pemisahan yang besar antara kegiatan rohani dengan materi. Individu-individu terbagi dalam kedua jenis tenaga kerja ini, yang mengakibatkan mereka mengalami alienasi.

19. Bhudy Tjahyati Soegiyoko

  • Kota sebagai pusat pelanan jasa, produksi, serta pintu gerbang atau simpul transportasi bagi kawasan permukiman dan wilayah produksi sekitarnya.
  • Kota sebagai tempat tinggal sebagian besar penduduk kota, setiap tahunnya selalu bertambah jumlahnya.

20. Ditjen Cipta Karya

Kota adalah merupakan permukiman yang berpenduduk relative besar, luas areal terbatas, pada umumnya bersifat nonagraris, kepadatan penduduk relatif tinggi, tempat sekelompok orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal dalam suatu wilayah geografis tertentu, cenderung berpola hubungan rasional, ekonomis, dan individualistis.



Sumber:
Judul
Alamat
1. Pengertian KOTA Menurut Para Ahli http://taufikzk.wordpress.com/2013/11/28/pengertian-kota-menurut-para-ahli/
2. Pengertian Kota Menurut Ahli http://leo-ak-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-85571-Administrasi%20Negara-Pengertian%20Kota%20Menurut%20Ahli.html
3. Definisi Kota Menurut Para Ahli http://tiasgeograph.blogspot.com/2013/03/definisi-kota-menurut-para-ahli.html
4. Pengertian-Pengertian Kota Menurut Para Ahli : http://danielkawuwung.blogspot.com/2012/08/pengertian-pengertian-kota-menurut-para.html
5. PENGERTIAN DAN CIRI CIRI KOTA http://ssbelajar.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-ciri-ciri-kota.html
6. DEFINISI KOTA, PERKOTAAN, DESA, dan PEDESAAN http://kiky-rns4ever.blogspot.com/2013/01/definisi-kota-perkotaan-desa-dan.html
7. DEFINISI KOTA, PERKOTAAN, DESA DAN PEDESAAN http://hani-rahayu.blogspot.com/2013/06/definisi-kota-perkotaan-desa-dan.html
8. Definisi Desa, Kota, Pedesaan dan Perkotaan http://mira-nurlatifah.blogspot.com/2013/06/definisi-desa-kota-pedesaan-dan.html
9. DEFINISI KOTA DAN DESA http://ahluldesigners.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html


















Sunday, September 28, 2014

Obat Parkinson dan Obat Perangsang Saraf Pusat

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Susunan saraf pusat berkaitan dengan sistem saraf manusia yang merupakan suatu jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Fungsi sistem saraf antara lain : mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya.
Stimulan sistem saraf pusat (SSP) adalah obat yang dapat merangsang serebrum medula dan sumsum tulang belakang. Stimulasi daerah korteks otak-depan oleh se-nyawa stimulan SSP akan meningkatkan kewaspadaan, pengurangan kelelahan pikiran dan semangat bertambah. Contoh senyawa stimulan SSP yaitu kafein dan amfetamin
Sistem saraf dapat dibagi menjadi sistem saraf pusat atau sentral dan sistem saraf tepi (SST). Pada sistem syaraf pusat, rangsang seperti sakit, panas, rasa, cahaya, dan suara mula-mula diterima oleh reseptor, kemudian dilanjutkan ke otak dan sumsum tulang belakang. Rasa sakit disebabkan oleh perangsangan rasa sakit diotak besar. Sedangkan analgetik narkotik menekan reaksi emosional yang ditimbulkan rasa sakit tersebut. Sistem syaraf pusat dapat ditekan seluruhnya oleh penekan saraf pusat yang tidak spesifik, misalnya sedatif hipnotik. Obat yang dapat merangsang SSP disebut analeptika.
Obat – obat yang bekerja terhadap susunan saraf pusat berdasarkan efek farmakodinamiknya dibagi atas dua golongan besar yaitu :
  Merangsang atau menstimulasi yang secara langsung maupun tidak langsung merangsang aktivitas otak, sumsum tulang belakang beserta syarafnya.
  Menghambat atau mendepresi, yang secara langsung maupun tidak lansung memblokir proses proses tertentu pada aktivitas otak, sumsum tulang belakang dan saraf- sarafnya.
Obat yang bekerja pada susunan saraf pusat memperlihatkan efek yang sangat luas (merangsang atau menghambat secara spesifik atau secara umum). Berikut ini beberapa macam golongan obat yang bekerja pada susunan saraf pusat :
1.      Analgetik
2.      Anestika Umum
3.      Anti epilepsi
4.      Hipnotika-sedativa
5.      Anti emetika
6.      Neurotropik
7.      Anti parkinson 
8.      Adrenerik
9.      Adrenoligik
10.  Kolinergik
11.  Anti kolinergik
12.  Anti obesitas

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan :
1. Definisi sistem saraf pusat
2. Klasifikasi sistem saraf pusat
3. Jenis –jenis obat sistem saraf pusat dan mekanisme kerjanya
4. Definisi penyakit Parkinson
5. Gejala dan penyebab penyakit Parkinson
6. Diagnosis penyakit Parkinson
7.  Perawatan dan terapi penyakit Parkinson
8. Penggunaan obat Antiparkinson
9. Penggolongan obat Antiparkinson
10. Efek Samping obat Antiparkinson
11. Interaksi obat
12. Obat-obat Antiparkinson
13. Mekanisme kerja obat

1.3 Tujuan
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan  yang dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Farmakologi I.
2. Untuk mengetahui definisi sistem saraf pusat, klasifikasi sistem saraf pusat, obat perangsang sistem saraf pusat, definisi penyakit parkinson, gejala dan penyebab parkinson, diagnosis penyakit parkinson, perawatan dan terapi penyakit parkinson, penggunanaan obat antiparkinson, penggolongan obat antiparkinson, efek samping obat antiparkinson, interaksi obat, obat-obat antiparkinson dan mekanisme kerja obat.



BAB II
 PEMBAHASAN

2.1 Definisi sistem saraf pusat
Stimulan sistem saraf pusat (SSP) adalah obat yang dapat merangsang serebrum medula dan sumsum tulang belakang. Stimulasi daerah korteks otak-depan oleh se-nyawa stimulan SSP akan meningkatkan kewaspadaan, pengurangan kelelahan pikiran dan semangat bertambah. Contoh senyawa stimulan SSP yaitu kafein dan amfetamin.

2.2 Klasifikasi sistem saraf pusat
Obat yang bekerja terhadap SSP dapat dibagi dalam beberapa golongan besar, yaitu:
1. Psikofarmaka (psikotropika), yang meliputi Psikoleptika (menekan atau menghambat fungsi-fungsi tertentu dari SSP seperti hipnotika, sedativa dan tranquillizers, dan antipsikotika); Psiko-analeptika (menstimulasi seluruh SSP, yakni antidepresiva dan psikostimulansia (wekamin)).
2. Untuk gangguan neurologis, seperti antiepileptika, MS (multiple sclerosis), dan penyakit Parkinson.
3.    Jenis yang memblokir perasaan sakit: analgetika, anestetika umum, dan lokal.
4.    Jenis obat vertigo dan obat migrain (Tjay, 2002).

2.3 Jenis –jenis obat sistem saraf pusat dan mekanisme kerjanya
1.      Obat Anestetik :
Obat anestetik adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dalambermacan-macam tindakan operasi.
a. Anestetik Lokal : Obat yang merintangi secara reversible penerusan impuls-impuls syaraf ke SSP (susunan syaraf pusat) pada kegunaan lokal dengan demikian dapat menghilangkan rasa nyeri, gatal-gatal, panas atau dingin.
Penggolongan :
Secara kimiawi anestetik local dibagi 3 kelompok yaitu :
  Senyawa ester, contohnya prokain, benzokain, buvakain, tetrakain, dan
     oksibuproka
  Senyawa amida, contohnya lidokain, mepivikain, bupivikain,, cinchokain dll.
  Semua kokain, semua obat tersebut diatas dibuat sintesis.
 b). Anestetika Umum : Obat yang dapat menimbulkan suatu keadaan depresi
         pada pusat-pusat syaraf tertentu yang bersifat reversible, dimana seluruh
         perasaan dan kesadaran ditiadakan. Beberapa syarat penting yang harus
         dipenuhi oleh suatu anestetik umum :
  berbau enak dan tidak merangsang selaput lender
   mula kerja cepat tanpa efek samping
   sadar kembalinya tanpa kejang
   berkhasiat analgetik baik dengan melemaskan otot-otot seluruhnya
   Tidak menambah pendarahan kapiler selama waktu pembedahan
       Penggolongan :
Menurut penggunaannya anestetik umum digolongkan menjadi 2 yaitu:
  Anestetik injeksi, contohnya diazepam, barbital ultra short acting ( thiopental
    dan heksobarbital )
  Anestetik inhalasi diberikan sebagai uap melalui saluran pernafasan.
     Contohnya eter,dll.

2.      Obat Hipnotik dan Sedatif
  Hipnotik atau obat tidur berasal dari kata hynops yang berarti tidur, adalah
   obat yang diberikan malam hari dalam dosis terapi dapat mempertinggi
                         keinginan tubuh normal untuk tidur, mempermudah atu menyebabkan tidur.
                         Sedangkan sedative adalah obat obat yang menimbulkan depresi ringan pada
                         SSP tanpa menyebabkan tidur, dengan efek menenangkan dan mencegah
                         kejang-kejang. Yang termasuk golongan obat sedative-hipnotik adalah:
                         Ethanol (alcohol), Barbiturate,fenobarbital, Benzodiazepam, methaqualon.
Penggolongan :
   Secara kimiawi, obat-obat hipnotik digolongkan sebagai berikut :
    Golongan barbiturate, seperti fenobarbital, butobarbital,siklobarbital,
       heksobarbital,dll.
   Golongan benzodiazepine, seperti flurazepam, nitrazepam, flunitrazepam
        dan triazolam.
  Golongan alcohol dan aldehida, seperti klralhidrat dan turunannya serta
    paraldehida.
  Golongan bromide, seperti garam bromide ( kalium, natrium, dan
                             ammonium ) dan turunan ure seperti karbromal dan bromisoval.
  Golongan lain, seperti senyawa piperindindion (glutetimida ) dan
    metaqualon.

3.      Obat Psikofarmaka / psikotropik 
         Obat psikotropik adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan
           saraf pusat (SSP) dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental
           dan perilaku, dan digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik. Di bagi
           menjadi 2 :
      a.  Obat yang menekankan fungsi psikis terhadap susunan saraf pusat
               Neuroleptika yaitu obat yang berkerja sebagai anti psikotis dan sedative
          yang dikenal dengan Mayor Tranquilizer.
     b.  Ataraktika/ anksiolitika yaitu obat yang bekerja sedative, relaksasi otot
         dan antikonvulsi yang digunakan pada gangguan akibat gelisah/ cemas,
         takut, stress dan gangguan tidur, dikenal dengan Minor Tranquilizer.
Penggolongan obat-obat ataraktika dibagi menjadi 2 yaitu :
  Derivat Benzodiazepin
  Kelompok lain, contohnya : benzoktamin, hidrosizin dan
     meprobramat. 

4.      Obat Antikonvulsan 
  Obat mencegah & mengobati bangkitan epilepsi.
  Contoh : Diazepam, Fenitoin,Fenobarbital, Karbamazepin, Klonazepam.

5.      Obat Pelemas otot / muscle relaxant 
         Obat yg mempengaruhi tonus otot
6.      Obat Analgetik atau obat penghalang nyeri
         Obat atau  zat-zat yang mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa
    menghilangkan kesadaran. Sedangkan bila menurunkan panas disebut

  Antipiretika. Atas kerja farmakologisnya, analgetik dibagi dalam dua          kelompok besar, yaitu:
a.     Analgetik Perifer (non narkotik), analgetik ini tidak dipengaruhi system saraf
   pusat. Semua analgetik perifer memiliki khasiat sebagai anti piretik yaitu
   menurunkan suhu. Terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan
   tidak bekerja sentral.
  Penggolongan: 
Berdasarkan rumus kimianya analgetik perifer digolongkan menjadi :
1)      Golongan salisilat
Asam asetil salisilat yang lebih dikenal sebagai asetosal atau aspirin. Obat ini
diindikasikan untuk sakit kepala, neri otot, demam. Sebagai contoh aspirin
dosis kecil digunakan untuk pencegahan thrombosis koroner dan cerebral.
Asetosal adalah analgetik antipirentik dan anti inflamasi yang sangat luas
digunakan dan digolongkan dalam obat bebas. Efek sampingnya yaitu
perangsangan bahkan dapat menyebabkan iritasi lambung  dan saluran cerna.
2)      Golongan para aminofenol
Terdiri dari fenasetin dan asetaminofen (parasetamol ). golongan ini serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi
nyeri ringan sedang, dan dapat menurunkan suhu tubuh dalam keadaan
demam, dengan mekanisme efek sentral. Efek samping dari parasetamol dan
kombinasinya pada penggunaan dosis besar atau jangka lama dapat
menyebabkan kerusakan hati.
3)      Golongan pirazolon(dipiron)
Dipiron sebagai analgetik antipirentik, karena efek inflamasinya lemah. Efek
samping semua derivate pirazolon dapat menyebabkan agranulositosis, anemia
aplastik dan trombositopenia.
4)      Golongan antranilat
Digunakan sebagai analgetik karena sebagai anti inflamasi kurang efektif
dibandingkan dengan aspirin. Efek samping seperti gejala iritasi mukosa
lambung dan gangguan saluran cerna sering timbul.



b.      Analgetik Narkotik, Khusus digunakan untuk menghalau rasa nyeri  hebat,
    seperti fraktur dan kanker. Nyeri pada kanker umumnya diobati menurut
    suatu skema bertingkat empat, yaitu:
  Obat perifer (non Opioid) peroral atau rectal; parasetamol, asetosal.
  Obat perifer bersama kodein atau tramadol.
  Obat sentral (Opioid) peroral atau rectal.
  Obat Opioid parenteral.
   Penggolongan analgetik narkotik adalah sebagai berikut :
  Alkaloid alam                       : morfin,codein
  Derivate semi sintesis           : heroin
  Derivate sintetik                   : metadon, fentanil
  Antagonis morfin                  : nalorfin, nalokson, dan pentazooin.

7.      Antipiretik 
          Antipiretik adalah zat-zat yg dapat mengurangi suhu tubuh.

8.      Obat Antimigrain 
         Obat yang  mengobati  penyakit berciri serangan-serangan berkala dari
         nyeri hebat pada satu atau sebelah bagian kepala.

9.  Obat Anti Reumatik 
Obat yang digunakan untuk mengobati atau menghilangkan rasa nyeri pada
sendi/otot, disebut juga anti encok. Efek samping berupa gangguan lambung
usus, perdarahan tersembunyi (okult ), pusing, tremor dan lain-lain. Obat
generiknya Indomestasin, fenilbutazon, dan piroksikam. 

10. Obat Anti Depresan
      Obat yang dapat memperbaiki suasana jiwa dapat menghilangkan atau
      meringankan gejala-gejala keadaan murung yang tidak disebabkan oleh
      kesulitan sosial, ekonomi dan obat-obatan serta penyakit. 

11. Neuroleptika 
      Obat yang dapat menekan fungsi-fungsi psikis (jiwa) tertentu tanpa menekan
      fungsi fungsi umum seperti berfikir dan berkelakuan normal. Obat ini
       digunakan pada gangguan (infusiensi) cerebral seperti mudah lupa, kurang
       konsentrasi dan vertigo.Gejalanya dapat berupa kelemahan ingatan jangka
       pendek dan konsentrasi, vertigo,kuping berdengung, jari-jari dingin, dan
       depresi. Contoh obat neuropletika yaitu Piracetam, Pyritinol HCl dan
      Mecobalamin.

12. Obat Antiepileptika 
 Obat yang dapat menghentikan penyakit ayan, yaitu suatu penyakit gangguan
 syaraf yang ditimbul secara tiba-tiba dan berkala, adakalanya disertai
 perubahan-perubahan kesadaran. Penyebab antiepileptika : pelepasan muatan
 listrik yang cepat, mendadak dan berlebihan pada neuron-neuron tertentu
 dalam otak yang diakibatkan oleh luka di otak(abses,tumor,anteriosklerosis),
 keracunan timah hitam dan pengaruh obat-obat tertentu yang dapat
 memprovokasi serangan epilepsi.
  Penggolongan 
a.       Golongan hidantoin, adalah obat utama yang digunakan pada hamper
         semua jenis epilepsi. Contoh fenitoin.
b.      Golongan barbiturat, sangat efektif sebagi anti konvulsi, paling sering
        digunakan pada serangan grand mal. Contoh fenobarbital dan piramidon.
c.      Golongan karbamazepin, senyawa trisiklis ini berkhasiat antidepresif
         dan antikonvulsif.
d.      Golongan benzodiazepine, memiliki khasiat relaksasi otot, hipnotika dan
         antikonvulsiv yang termasuk golongan ini adalah desmetildiazepam yang
         aktif,klorazepam, klobazepam.
e.       Golongan asam valproat, terutama efektif untuk terapi epilepsy umum
          tetapi kurang efektif terhadap serangan psikomotor. Efek anti konvulsi
          asam valproat didasarkan meningkatkan kadar asam gama amino butirat
          acid.

13. Obat Antiemetika 
      Obat untuk mencegah / menghentikan muntah akibat stimulasi pusat muntah
       yang disebabkan oleh rangsangan lambung usus, melalui CTZ (Cheme
       Receptor Trigger Zone) dan melalui kulit otak. 

  Penggolongan 
a.      Anti histamin
        Efek samping anti histamine ini adalah mengantuk. Anti histamine yang
        dipakai adalah sinarizin, dimenhidrinat, dan prometazin, toklat.
b.      Dopamin blokersinarizin
c.      Metoklopramid dan fenotiazin
         Bekerja secara selektif merintangi reseptor dopamine ke chemo
         reseptor trigger zone tetapi tidak efektif untuk motion sickness. Obat
         yang dipakai adalah klorpromazin HCl,perfenazin, proklorperazin dan
         trifluoperazin.
d.     Domperidon 
          Bekerja berdasarkan peringatan reseptor dopamine ke CTZ. Efek
          samping jarang terjadi hanya berupa kejang-kejang usus. Obat ini
          dipakai pada kasus mual dan muntah yang berkaitan dengan obat-obatan
          sitostatika.
e.    Antagonis serotonin
         Bermanfaat pada pasien mual, muntah yang berkaitan dengan obat              
         obatan sitostatika.

14. Obat Parkinson (penyakit gemetaran )
 Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkison yang ditandai
 dengan gejala tremor, kaku otot,gangguan gaya berjalan, gannguan kognitif,
 persepsi, dan daya ingat. Penyakit ini terjadi akibat proses degenerasi yang
progresif dan sel-sel otak sehingga menyebabkan terjadinya defisiensi
neurotransmitter yaitu dopamin.

2.4 Definisi penyakit parkinson
Penyakit parkinson atau penyakit gemetaran yang ditandai dengan gejala
tremor, kaku otot  atau kekakuan anggota gerak, gangguan gaya berjalan (setapak
demi setapak) bahkan dapat terjadi gangguan persepsi dan daya ingat merupakan
penyakit yang tejadi akibat proses degenerasi yang progresif dari sel-sel otak
(substansia nigra) sehingga menyebabkan terjadinya defisiensi neurotransmiter yaitu
dopamin.

2.5 Gejala dan Penyebab Penyakit Parkinson
Gejala-gejala Parkinson dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Gangguan motorik positif, misalnya  terjadi tremor dan rigiditas. Gangguan
motorik negatif, misalnya terjadi  hipokinesia 
2. Gejala vegetatif, seperti air liurdan  air mata berlebihan, muka pucat dan  kaku
(mask   face) 
3. Gangguan psikis, seperti berkurangnya kemampuan mengambil keputusan,
merasa tertekan.
Penyebab penyakit parkinson:
1.      Idiopatik (tidak diketahui sebabnya) 
2.      Radang, trauma, aterosklerosis pada otak. 
3.      Efek samping obat psikofarmaka.

2.6 Diagnosis penyakit Parkinson
Diagnosa penyakit parkinson didasarkan dengan pengambilan data-data riwayat pasien secara hati-hati dan dengan pemeriksaan fisik pasien yang dikaitkan dengan gejala-gejalanya. Hingga saat ini belum ditemukan test laboratorium atau alat pencitraan yang dapat mengkonfirmasi penyakit parkinson. Pencitraan resonansi magnetik atau yang dikenal dengan MRI mungkin menunjukan kondisi lain yang mempunyai gejala serupa dengan penyakit parkinson.5 Oleh karena itu pasien yang mempunyai gejala-gelaja serupa disarankan utuk mencari seorang ahli saraf pada penyakit parkinson

2.7      Perawatan Penyakit Parkinson
Perawatan pada penderita penyakit parkinson bertujuan untuk memperlambat dan menghambat perkembangan dari penyakit itu. Perawatan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat dan terapi fisik seperti terapi berjalan, terapi suara atau berbicara dan pasien diharapkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya . 
Terapi Penyakit Parkinson
1.       Terapi penanganan
 Ditujukan untuk memperbaiki atau memelihara keadaan fisik agar pasien
dapat berfungsi mandiri.untuk ini perlu dilakukan latihan pysioterapi yang
berperan penting dalam mendukung medikasi.
2.       Terapi pengobatan 
Terapi ini hanya bersifat simpematis,karna sel-sel otak yang sudah rusak tidak
bisa diperbaiki lagi dan progres penyakitpun tidak bisa di hentikan.terapi di
arahkan pada pemulihan kembali dari keseibangan hormone yang
terganggu.hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi Ach
meningkatkan jumlah Dopamin dengan Dopaminergika.

2.8        Penggunaan Obat Antiparkinson
Meskipun pengobatan parkinson tidak dapat mencegah progresi penyakit,
tetapi sangat memperbaiki kualitas dan harapan hidup kebanyakan pasien. Karena
itu pemberian obat sebaiknya dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan
sedikit demi sedikit.

2.9      Penggolongan Obat Antiparkinson
Berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi:
1.  Obat anti muskarinik, seperti triheksifenidil/benzheksol, digunakan pada
pasien dengan gejala ringan dimana tremor adalah gejala yang dominan. 
2.   Obat anti dopaminergik, seperti levodopa, bromokriptin. Untuk penyakit
 parkinson idiopatik, obat pilihan utama adalah levodopa. 
3.    Obat anti dopamin antikolinergik, seperti amantadine. 
4.    Obat untuk tremor essensial, seperti haloperidol, klorpromazine, primidon
      dll.

2.10      Efek Samping Obat Antiparkinson
1.     Agonis dopamine dapat menimbulkan kesulitan tidur akibat eksitasi,karena
     naiknya kadar DA di otak. Efek kejiwaan dapat terjadi juga , seperti rasa
     takut,depresi dan gejala psikosis pada overdose. Obat-obat ini dapat juga
    bekerja terhadap hipotalamus dan hipofisis,maka menghambat produksi
    prolaktin. 
2.      Anti Kolinergik efek samping nya terutama diakibatkan oleh blockade
     system kolinerg dan berupa efek perifer umum,seperti mulut kering,retensi
     urin,tachycardia,mual,muntah dan sembelit. Begitu pula efek sentral seperti
     kekacauan,agitasi,halusinasi,gangguan daya ingat dan konsentrasi,terlebih
     lebih pada manula.

2.11          Interaksi Obat
Obat Parkinson dapat melawan atau meniadakan efek antipsikotika dan dapat
mencetuskan gejala psikosis pada pasien yang ditangani dengan kedua jenis obat.
Dengan demikian,di anjurkan untuk menurunkan dosis obat Parkinson sebaliknya
antipsikotika dapat memperburuk gejala Parkinson,sedangkan anti depresiva
dapat memperkuat efek kognitif dari antikolinergika.

2.12       Obat-obat Antiparkinson
a.Levodopa (dikombinasikan dengan karbidopa)
         Levodopa merupakan pengobatan utama untuk parkinson. Diberikan bersama
         karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya 
         Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar
         diperoleh.
      b. Bromokriptin atau pergolid
Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk
meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping
levodopa menimbulkan masalah baru.
       c. Seleglin
Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa.
       d. Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu,
          antihistamin (difenhidramin)
Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah
                 e. Amantadin
Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan 
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa.



2.13 Mekanisme kerja obat
Parkinson adalah gejala yang ditandai dengan kurangnya dopamin striatal. Leodopa bersirkulasi dalam tubuh menuju sawar darah otak, saat menembus untuk diubah oleh enzim stratial menjadi dopamin. Levodopa adalah merupakan prekursor dopamin dan digunakan untuk pengobatan parkinson. Obat ini dengan mudahnya dapat memasuki sawar darah otak dimana obat ini dirubah menjadi dopamine. Levodopa aktif terhadap hipokinesia dan kekakuan, terhadap tremor umumnya kurang efektif dibanding dengan obat antikolinergika. Levodopa oral 95 % akan mengalami dekarboksilasi perifer. Untuk mencapai kadar efektif dibutuhkan dosis besar yang disertai efek samping perifer.Karbidopa (penghambat dopa dekarboksilase) dalam dosis terapi tidak melintasi sawar darah – otak. Dengan mencegah metabolisme levodopa ekstraserebral, jumlah dopamine yang terbentuk dalam otak meningkat.Biasanya perbandingan kombinasi levodopa – karbidopa = 10 : 1. Kombinasi ini meningkatkan masa paruh dan kadar plasma levodopa, pada penggunaan kombinasi dosis levodopa dapat diturunkan sampai 75 % sehingga efek samping perifer menurun. 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Stimulan sistem saraf pusat (SSP) adalah obat yang dapat merangsang serebrum medula dan sumsum tulang belakang. Antiparkinson adalah salah satu golongan obat yang bekerja pada susunan sistem saraf pusat. Penyakit parkinson ditandai dengan gejala tremor, kaku otot  atau kekakuan anggota gerak, gangguan gaya berjalan, gangguan persepsi dan daya ingat yang terjadi akibat proses degenerasi yang progresif dari sel-sel otak yang menyebabkan terjadinya defisiensi neurotransmiter yaitu dopamin.


3.2  Saran
Untuk dapat memahami macam-macam obat antiparkison dan perangsang susunan saraf pusat, selain membaca dan memahami materi-materi dari sumber keilmuan seperti buku, internet, dan lain-lain,  kita harus dapat mengkaitkan materi-materi tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari, agar lebih mudah untuk dipahami.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Maqassary,Ardi.Obat Anti Parkinson.( http://www.psychologymania.com/2012/12/obat- 
         antiparkinson.html?m=1) . Diakses tanggal 05 September 2014 Jam 07.15 AM

Niesa.Anti Parkinson.( http://niesafarmakologi.blogspot.com/2013/11/anti- 
          parkinson.html).Diakses tanggal 04 September 2014 jam 09.17 AM

Staf Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Unsri. 2009. Kumpulan Kuliah     
             Farmakologi. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC

Stringer, Janet.2006.Konsep Dasar Farmakologi Panduan Untuk Mahasiswa edisi    
           ketiga.Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC






Saturday, September 27, 2014

Tips dan penanganan demam pada anak maupun dewasa

OBAT DEMAM

Dari sekian banyak merek obat yang beredar di Indonesia, salah satu obat yang paling banyak memiliki merek dagang adalah parasetamol, obat demam yang juga punya khasiat meredakan nyeri. Jumlahnya tak kurang dari 250 merek dagang. Artinya, demam adalah salah satu alasan yang paling banyak membuat orang minum obat.

Demam sebetulnya bukanlah sebuah penyakit. Demam merupakan salah satu mekanisme tubuh bereaksi terhadap sesuatu yang tidak normal, misalnya infeksi virus atau bakteri. Tubuh menaikkan suhu dirinya untuk membunuh kuman penginfeksi itu. Kita tahu, bakteri dan virus tidak tahan terhadap panas. Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Kita tahu, kuman bisa mati jika terkena suhu panas. Demam juga membuat sel-sel darah putih lebih aktif melawan virus dan bakteri. Jadi, sebetulnya demam punya fungsi yang baik bagi kesehatan
kita. Itu sebabnya Mayo Clinic menyarankan, untuk penyakit yang tidak berbahaya, demam tidak perlu diobati! Jika setiap kali demam, kita minum obat, itu sama saja dengan menghentikan kerja tubuh melawan kuman dan meningkatkan imunitas (kekebalan).

Demam sebetulnya bagus untuk kesehatan.
Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Sebagian kecil disebabkan oleh kondisi lain, misalnya akibat terpapar sinar matahari. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, bisa juga oleh virus. Beda sebab, beda pula pengobatannya.

Sekalipun demam sebetulnya baik bagi daya tahan tubuh, kita tetap memerlukan obat demam. Sebab, kalau dibiarkan saja, demam bisa menyebabkan risiko buruk, misalnya dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), kejang (kalau demam sangat tinggi). Pada bayi, demam biasanya menyebabkan mereka menjadi rewel dan kurang istirahat.

Suhu tubuh normal manusia adalah 37 C. Disebut demam jika suhunya 38 C atau lebih. Pada orang dewasa, demam pada umumnya tidak berbahaya kecuali jika mencapai suhu 39,4 C. Pada anak-anak, demam harus diwaspadai kalau suhunya mencapai 38 C.

Ukur dengan Termometer

Dalam kondisi demam, kita sebaiknya tahu persis berapa suhunya. Ini penting sebab merupakan dasar untuk mengambil tindakan. Karena itu, setiap keluarga, terutama yang memiliki bayi atau anak-anak, sangat disarankan memiliki termometer. Sebaiknya termometer digital, bukan termometer air raksa karena air raksa bisa berbahaya jika tertelan.

Pengukuran suhu tubuh harus benar-benar akurat. Hasil pengukuran yang tidak akurat, misalnya meleset 1 oC saja, bisa menyebabkan kita melakukan tindakan yang salah. Pastikan termometer masih akurat.

Pengukuran di ketiak biasanya kurang akurat. Pengukuran suhu paling akurat bisa dilakukan di anus. Kalau pengukuran suhu anus dianggap merepotkan, pengukuran suhu bisa dilakukan di dalam mulut.

Jika pengukuran suhu lewat anus menunjukkan 38,0 C, biasanya pengukuran lewat mulut terbaca 37,8 C. Sementara pengukuran lewat ketiak terbaca 37,2 C. 

Setelah tahu persis berapa suhunya, kita bisa menentukan tindakan yang tepat. Ada ratusan penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan demam. Demam bisa merupakan gejala dari berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter.

Yang ringan misalnya demam karena flu-pilek, imunisasi, tumbuh gigi, atau paparan sinar matahari. Yang tergolong serius misalnya demam tifoid (tifus), infeksi saluran napas, atau infeksi saluran cerna. Yang kritis dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter misalnya demam berdarah.

Tinggi rendahnya suhu tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat bahaya sebuah penyakit. Ada kalanya penyakit gawat hanya disertai demam ringan. Sebaliknya ada pula penyakit ringan yang disertai demam tinggi.

Pengukuran suhu memang penting. Tapi jangan terpaku pada angka di termometer. Kondisi anak jauh lebih penting dari angka temperatur. Walaupun suhu tinggi, mungkin demam itu tidak begitu berbahaya jika anak masih aktif seperti biasa. Sebaliknya, walaupun demamnya tidak begitu tinggi, bisa saja kondisinya gawat kalau ia menunjukkan gejala lain yang kritis, misalnya tidak responsif, muntah, atau diare.

Saat kita atau anak kita mengalami demam, kita memang harus tetap tenang, tapi juga jangan terlalu meremehkan. Sebab, demam bisa jadi merupakan gejala demam berdarah dengue. Di Indonesia, penyakit akut ini masih merupakan salah satu ancaman serius yang setiap tahun merenggut banyak korban.

cara mengukur suhu

Obat Pilihan Pertama: Parasetamol

Jika demam flu-pilek tidak berbahaya, apakah itu berarti obat tidak diperlukan dalam kondisi ini? Pada anak-anak, obat demam dianjurkan untuk diberikan jika suhu tubuhnya mencapai 38,9 C atau lebih. Tujuan minum obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan suhu.

Obat demam sangat diperlukan, terutama buat anak yang pernah punya riwayat kejang-demam. Sekali anak mengalami kejang demam, ia punya kemungkinan mengalaminya lagi saat mengalami demam tinggi lagi. Obat demam juga diperlukan untuk menghentikan rewel pada bayi yang membuatnya menjadi kurang tidur.

Tujuan minum obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan suhu.

Jika memang obat penurun panas diperlukan, obat pilihan utama yang dianjurkan adalah parasetamol. Dibandingkan obat-obat penurun panas lainnya, parasetamol paling aman asalkan digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang. Contoh merek dagang yang terkenal: Panadol.

Jika bayi tidak bisa menelan obat, orangtua bisa memberikan parasetamol dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.

Hati-hati jika menggunakan obat tetes. Baca betul aturan pakainya. Pada saat meneteskan ke mulut bayi, perhatikan betul volumenya sudah tepat. Risiko terjadinya overdosis lebih besar daripada parasetamol sirup yang diminum dengan sendok. Pasalnya, obat tetes mengandung parasetamol dalam konsentrasi yang tinggi. Kesalahan volume sebesar 0,3 ml liter saja bisa menyebabkan anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak. Overdosis parasetamol bisa menyebabkan masalah di lever (hati).

Risiko overdosis harus diwaspadai mengingat aturan pakai obat-obatan di Indonesia biasanya didasarkan pada umur, bukan berat badan. Padahal, yang lebih tepat mestinya didasarkan pada umur dan berat badan. Ada kalanya anak baru berusia dua tahun tapi berat badannya seperti anak umur empat tahun. Begitu pula sebaliknya, anak dengan usia empat tahun tapi berat badannya seperti anak umur dua tahun.

Pilihan Kedua: Ibuprofen

Jika parasetamol sudah tidak mempan, kita bisa menggunakan ibuprofen. Namun, pemakaiannya jangan digabung. Gunakan salah satu saja. Jika keduanya diberikan dalam waktu berdekatan, mungkin saja overdosis.

Contoh merek dagang ibuprofen yang terkenal: Proris. Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki kemampuan menurunkan panas lebih kuat. Namun, ibuprofen memiliki kelemahan karena punya efek samping lebih banyak.

Ibuprofen sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah enam bulan, atau pada kondisi demam yang disertai muntah dan dehidrasi, serta pada demam berdarah. Pada penderita demam berdarah, ibuprofen justru akan meningkatkan risiko perdarahan.

Hindari Aspirin

Jika dua obat ini sudah tidak mempan, sebaiknya segera pergi ke dokter. Kecuali atas resep dokter, sebaiknya jangan menggunakan aspirin (asetosal) karena obat ini punya efek merugikan yang lebih banyak.

Obat flu terbaik adalah istirahat dan minum banyak cairan, seperti air putih, jus buah yang encer, kuah sup, air hangat, ASI, susu, atau oralit siap minum (misalnya Pedialyte). Dalam keadaan demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Itu sebabnya kita harus minum air lebih banyak dari biasanya.

Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal. Hindari mandi dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku. Mandi dengan air dingin justru bisa merangsang tubuh untuk meningkatkan temperatur. 

 jenis Obat 
Contoh merek dagang
Parasetamol
Panadol, Alphagesic, Alphamol, Analpim, Biogesic, Bodrexin Demam, Contratemp, Cupanol, Dumin, Erphamol, Farmadol, Fasgo Forte, Fevrin, Grafadon, Ikacetamol, Itamol, Lanamol, Kamolas, Maganol, Naprex, Moretic, Nasamol, Nufadol, Ottopan, Pamol, Praxion, Propyretic, Pyrex, Pyrexin, Pyridol, Sanmol, Tempra, Turpan, Xepamol Drops
Ibuprofen
Proris, Anafen, Arfen, Arthrifen, Brufen, Bufect, Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Farsifen, Fenatic, Fenris, Ibufenz, Iprox, Lexaprofen, Mofen, Moris, Ostarin, Profen, Prosic, Prosinal, Rhelafen, Ribunal, Spedifen, Yariven

Kapan perlu ke dokter?

Pada Bayi dan Anak-anak:
·         Jika demam mencapai 38,3 C atau lebih
·         Jika usia bayi belum genap tiga bulan
·         Jika bayi tidak mau makan atau minum
·         Jika bayi terus-terusan rewel atau tidak responsif
·         Disertai muntah, diare, ruam (bercak merah) di kulit, atau lesu
·         Demam tidak sembuh lebih dari 24 jam (untuk anak yang belum genap dua tahun)
·         Demam tidak sembuh lebih dari 3 x 24 jam (untuk anak di atas dua tahun)


Pada Orang Dewasa:
·         Jika demam mencapai 39,4 C atau lebih
·         Jika demam tidak sembuh dalam tiga hari
·        Disertai salah satu dari gejala ini: sakit kepala hebat, nyeri saat menelan makanan, ruam di kulit yang berkembang, sensitif terhadap cahaya terang, leher kaku dan sakit saat digerakkan, muntah-muntah, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri perut, atau nyeri saat kencing

#tags
obat demam anak
obat penurun demam
obat demam dewasa
obat penurun demam
obat demam tradisional
obat tradisional penurun panas anak
obat demam anak
obat demam berdarah
obat demam demam tinggi
penyakit demam

Thursday, September 25, 2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSTRASI

EKTRAKSI

  • Ekstraksi tanaman obat merupakan suatu proses pemisahan bahan obat dari campurannya dengan menggunakan pelarut.
  • Ekstrak adalah sediaan yang diperoleh dengan cara ekstraksi tanaman obat dengan ukuran partikel tertentu dan menggunakan medium pengekstraksi tertentu.
  • Dengan demikian ada beberapa parameter atau faktor yang akan mempengaruhi ekstraksi yang juga akan berdampak kepada ekstrak yang ingin didapatkan dari suatu tanaman obat.
PARAMETER / FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSTRASI

1. Pengembangan/Pemelaran Bahan Tanaman
2. Difusi, pH, Ukuran Partikel, dan Temperatur
3. Pilihan Pelarut Ekstraksi
4. Alkaloid Sebagai Model Zat Aktif

1. Pengembangan/Pemelaran Bahan Tanaman

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses ekstraksi adalah perlakuan awal tanaman yang akan diekstraksi dengan menggunakan pelarut. Berikut adalah beberapa alasannya :

a. Untuk mencegah pemelaran/pembengkakkan tanaman didalam kemasan tertutup (wadah proses ekstraksi) secara tiba-tiba. Hal ini terjadi jika pelarut yang digunakan adalah air, maka simplisia dapat memelar/membengkak 2-3 kali dari volume awal yang akan menyebabkan peledakan (pecahnya) alat ekstraksi yang mengakibatkan perlokasi tidak berlangsung dengan baik.

b.Untuk menjamin proses pembasahan secara merata dari tanaman yang akan diekstraksi, dan juga meningkatkan kontak dan aliran pelarut dalam alat ekstraksi, serta mencegah timbulnya gelembung udara penyebab timbulnya saluran udara.

c.Untuk meningkatkan porositas dinding sel yang akan mempermudah difusi zat aktif yang akan diekstraksi dari sel menuju pelarut atau penentrasi sel oleh pelarut.
Pengembangan/pembengkakan bahan tanaman dalam hal ini akan menjamin permeasi pelarut, dan konsekuensinya akan menghilangkan zat terlarut didalam secara sederhana dan selektif.

ekstraksi


2. Difusi, pH, Ukuran Partikel, dan Temperatur
  • Difusi
Dalam mengekstraksi bahan aktif dari simplisia, pelarut harus berdifusi ke dalam sel. Dan selanjutnya zat aktif harus cukup larut dalam pelarutnya. Sehingga kesetimbangan akan tercapai antara solute dan solvent.
  • pH
pH berperan dalam selektifitas
  • Ukuran Partikel
ukuran partikel biasanya disesuaikan dengan komposisi senyawa yang akan diekstraksi. Secara umum serbuk yang lebih halus akan mudah di ekstraksi.
  • Temperatur
Temperatur dan gerakan cairan dalam proses ekstraksi akan akan mempengaruhi kesetimbangan dan mengubahnya menuju saturasi pelarut. Gerakan cairan dapat dicapai dengan membuat bahan tanaman tetap dan melakukan sirkulasi pelarut baik itu menggunakan pompa atau pengadukan mekanik.

3. Pilihan Pelarut Ekstraksi

Dalam melakukan ekstraksi zat aktif tertentu secara sempurna digunakan pelarut ideal yang mempunyai selektifitas maksimum, kapasitas terbaik ditinjau dari koefisien saturasi produk dalam medium dan kompatibel dengan sifat-sifat bahan yang diekstraksi. Parameter ini untuk setiap tanaman biasanya didapatkan dari eksperimental karena pilihan pelarut ini akan bergantung pada stabilitas senyawa yang diekstrask serta adanya kemungkinan antaraksi antara pelarut dengan zat lain yang terdapat dalam proses ekstraksi.

Menurut farmakope, etanol merupakan pelarut pilihan untuk memperoleh ekstrak secara klasik seperti tinktur, ekstrak cair, kental, dan kering yang masih digunakan secara luas dalam formulasi sediaan farmasi. (pel.universal)
Pelarut tersebut disamping mempunyai daya ekstraktif yang tinggi, minimal harus bersifat selektif dan dapat digunakan tidak hanya untuk ekstraksi klasik, tapi dapat juga digunakan untuk ekstraksi tanaman yang bahan aktifnya belum diketahui dengan baik, dan inginkan ekstrak yang paling lengkap.

Dalam proses ekstrasksi pilihan pelarut yang digunakan akan mempengaruhi selektivitas pelarut terhadap senyawa aktif dari tanaman obat tersebut. Berikut contoh beberapa pelarut yang cocok untuk gol. senyawa aktif tertentu :
  • Alkaloid sebahagian besar dapat diekstraksi dengan pelarut senyawa hidrokarbon sesudah simplisia dibasahi dengan air atau air yang telah dibasakan dengan penambahan basa organik. Dengan cara ini kemungkinan adanya zat lipofilik lain(terbawanya cemaran), tapi dapat dipisahkan dari alkaloid tersebut dengan cara ekstraksi berlawanan menggunakan asam. Serta ekstrak yang dibasakan dapat dimurnikan dengan menurut proses berkesinambungan menggunakan pelarut hidrokarbon atau pelarut apolar lainnya.
  • Flavonid dan terpen secara selektivitas dapat diekstraksi pada pH netral menggunakan etil asetat atau keton alifatik.
  • Terhadap beberapa kelompok zat lainnya aturan tentang selektivitas lebih sulit ditentukan karena heterogenitas komponen, perbedaan polaritas yang besar, dan kesesuaian sifat zat terhadap peralatan yang tersedia. Sehingga perlu diteliti dengan baik dari setiap produk adalah pelarut dan sistem ekstraksi yang sesuai. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi ekstraksi (maserasi) :
  • a)Perbandingan simplisia-pelarut
  • b)Proses pelarutan zat dari sel yang terdisintegrasi
  • c)Imbibisi dari simplisia
  • d)Proses pelarutan dari sel utuh
  • e)Kecepatan tercapainya kesetimbangan.
  • f)Temperatur
  • g)pH (untuk sistem pelarut air)
  • h)Interaksi antara konstituen pelarut dan struktur bahan
  • i)Lipofilisitas (dalam hal menggunakan pelarut campur)
                  4. Alkaloid Sebagai Model Zat Aktif

                  Secara kimia alkaloid merupakan basa organik tanaman yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, sering dalam satu sistem cincin. Sebagian besar alkaloid dalam tanaman berada dalam bentuk garam dari asam-asam organik lemah. Alkaloid bebas larut dalam pelarut organik, seperti kloroform, sedangkan garam-garam organik larut dalam larutan air.

                  Perbedaan kelarutan sangat berguna dalam pemisahan alkaloid dari bahan tanaman lain pada tahap awal ekstraksi. Alkaloid yang diisolasi menurut cara ini biasanya mengalami proses secara bertahap. Pada tahap pertama, yang dihilangkan adalah malam dan sebagainya dengan menggunakan eter. Residu yang tertarik selain alkaloid dihilangkan dengan membentuk garam alkaloid dengan asam.

                  Minyak Atsiri

                  Minyak atsiri, atau yang dikenal juga sebagai volatile oil atau essential oil adalah cairan pekat yang tidak larut air, mengandung senyawa-senyawa beraroma yang berasal dari berbagai tanaman. Minyak atsiri ini umumnya diperoleh dengan cara destilasi, juga dapat diperoleh melalui proses ekspresi, dan ekstraksi pelarut.

                  Semua minyak yang diekstraksi dengan pelarut menguap mempunyai warna gelap karena mengandung pigmen alamiah yang bersifat tidak dapat menguap. Namun demikian, minyak hasil ekstraksi dengan pelarut mempunyai keunggulan yaitu mempunyai bau yang mirip dengan bau wangi almiah.

                  Faktor yang paling menentukan berhasilnya proses ekstraksi adalah mutu dari pelarut yang di pakai. Pelarut yang ideal, harus memenuhi syarat sebagai berikut :

                  1.Harus dapat melarutkan semua zat wangi sampel dengan cepat yang sempurna, dan sedikit mungkin melarutkan bahan seperti lilin, pigmen,senyawa albumin dengan perkataan lain, pelarut harus bersifat selektif.
                  2.Harus mempunyai titik didih yang cukup rendah, agar supaya pelarut mudah diuapkan tanpa menggunakan suhu tinggi. Namun titik didih pelarut tadi tdak boleh terlalu rendah, karena hal ini akan mengakibatkan hilangnya sebagaian pelarut akibat penguapan pada musim panas.
                  3.Pelarut tidak boleh larut dalam air.
                  4. Pelarut harus bersifat inert, sehingga tidak bereaksi dengan komponen minyak bunga.
                  7.Pelarut harus mempunyai titik didih yang seragam dengan dan jika di uapkan tidak akan tertinggal dalam minyak. 

                  Pelarut yang bertitik didih tinggi akan tertinggal dalam minyak setelah proses penguapan, sehingga mempengaruhi aroma minyak bunga yang di hasilkan. Harus di ingat pula, bahwa rendaman minyak bunga ini umumnya sangat rendah, dan dalam proses ini di butuhkan pelarut dalam jumlah besar sehingga bunga terendam dalam tangki ekstraktor. Beberapa jenis pelarut misalnya petroleum eter yang tertinggal, cenderung berbau kerosene yang tidak di inginkan dan kalau pelarut ini di pisahkan, maka akan merusak aroma dari bunga.
                  8.Harga pelarut harus serendah mungkin, dan tidak mudah terbakar.
                  9.Banyak jenis pelarut organik non-polar, tetapi yang paling sering digunakan adalah heksana (C6H14) meskipun tidak menutup kemungkinan juga bisa digunakan benzena (C6H6) ataupun juga bensin/gasoline . (Guenther, E., 1987)

                  Tuesday, September 23, 2014

                  masalah ekonomi di Indonesia

                  Permasalahan ekonomi yang terjadi di suatu negara dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia permasalahan ekonomi dapat menghambat terwujudnya dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia sebagai berikut.

                  1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi
                  Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui tingkat produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi. Indonesia masih bergantung pada modal dari investasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya.

                  Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi naiknya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia merupakan akibat langkanya minyak mentah. Kelangkaan disebabkan menipisnya cadangan minyak serta terhambatnya distribusi minyak. Kenaikan harga minyak menyebabkan harga barang pokok lain ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menjadi berkurang dan terjadi penurunan kegiatan ekonomi masyarakat.

                  2. Kemiskinan
                  Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat mengalami penurunan daya beli barang-barang kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat hidup secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.

                  Berdasarkan data BPS bulan Maret 2012 jumlah penduduk yang berada dalam garis kemiskinan berjumlah sekitar 29,13 juta orang (11,96%). Jumlah ini berkurang sebanyak 0,89 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya angka kemiskinan ditunjang adanya penurunan harga komoditas makanan sedikit lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

                  3. Pengangguran
                  Secara umum pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja. Akibatnya, banyak angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran.

                  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Indonesia tahun 2012 mencapai 120,4 juta jiwa. Sementara itu, jumlah pengangguran pada bulan Februari 2012 sebanyak 7,61 juta jiwa turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7,7 juta jiwa. Hal ini diharapkan sebagai indikasi yang baik mengenai perbaikan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mencapai harapan tersebut, pemerintah perlu mengusahakan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, misalnya perbaikan kualitas tenaga kerja / sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya investasi dan modal, menyediakan informasi lapangan pekerjaan, serta memberikan pelatihan dan keterampilan bagi tenaga kerja.

                  4. Kesenjangan Penghasilan
                  Penghasilan digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat terdapat kelompok masyarkat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Sementara itu, kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun kebutuhan yang paling dasar.

                  Perbedaan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertentu menimbulkan permasalahan kesenjangan penghasilan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah dalam memeratakan penyaluran distribusi pendapatan. Hal ini dilakukan untuk meratakan kemampuan masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan. Selain itu, upaya pemerintah dalam meratakan penghasilan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan kecemburan sosial masyarakat.

                  5. Inflasi
                  Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada tahun 2011 sebesar 3,79%. Inflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan tingginya permintaan agregat, sementara permintaan barang dan jasa tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. Inflasi ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Hal ini akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Inflasi berdampak pada lesunya kegiatan perekonomian, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, melemahnya nilai rupiah, dan ketidakstabilan perekonomian negara. Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya.


                  Friday, September 12, 2014

                  Formasi lowongan CPNS 2014 kabupaten Ogan Ilir

                  RINCIAN FORMASI ASN DAERAH DARI PELAMAR UMUM
                  PEMERINTAH KABUPATEN OGAN ILIR
                  TAHUN ANGGARAN 2014

                  NO.
                  NAMA
                  JABATAN
                  KUALIFIKASI
                  PENDIDIKAN
                  GOL./RUANG
                  JUMLAH
                  ALOKASI
                  RENCANA PENEMPATAN
                  (1)(2)(3)(4)(5)(6)
                     Jumlah 85 
                  TENAGA PENDIDIKAN     
                  1Guru Agama Islam PertamaS1 Pendidikan Agama IslamIII/a2SMK N 1 Tanjung Batu,SMKN 1 Kandis
                  2Guru Otomotif PertamaS1 Pendidikan Teknik Mesin OtomotifIII/a2SMKN 1 Kandis, SMKN 1 Payaraman
                  3Guru Komputer PertamaS1 Pendidikan Ilmu KomputerIII/a2SMKN 1 Payaraman, 1 Tanjung Batu
                  4Guru Seni Budaya PertamaS1 Pendidikan SendratasikIII/a1SMPN 3 Kandis
                  5Guru Kelas PertamaS1 PGSDIII/a2SDN 10 Muara Kuang, SDN 12 Rambang Kuang
                  6Guru Penjasorkes PertamaS1 Pendidikan Jasmani dan KesehatanIII/a2SDN 09 Pemulutan Selatan, SDN 07 Rambang Kuang
                  TENAGA KESEHATAN     
                  1Dokter PertamaDokterIII/b2Rumah Sakit Umum Daerah
                  2Dokter Sp. Bedah PertamaDokter Spesialis BedahIII/b2Rumah Sakit Umum Daerah
                  3Dokter Sp. Peny. Dalam pertmaDokter Spesialis Penyakit DalamIII/b2Rumah Sakit Umum Daerah
                  4Dokter Patologi Klinik PertamaDokter Patologi KlinikIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  5Dokter Sp. Mata PertamaDokter Spesialis MataIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  6Dokter Sp. Radiologi PertamaDokter Spesialis RadiologiIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  7Dokter Sp. Anak PertamaDokter Spesialis AnakIII/b2Rumah Sakit Umum Daerah
                  8Dokter THT PertamaDokter THTIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  9Dokter Sp. Syaraf PertamaDokter Spesialis SyarafIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  10Dokter Sp. Kebidanan PertamaDokter Spesialis KebidananIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  11Dokter Anastesi PertamaDokter Spesialis AnastesiIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  12Apoteker PertamaApotekerIII/b1Rumah Sakit Umum Daerah
                  13Perawat PelaksanaD III KeperawatanII/c2Rumah Sakit Umum Daerah
                  14Perawat PertamaS.1 Keperawatan + NersIII/a2Rumah Sakit Umum Daerah
                  15Bidan PelaksanaD III KebidananII/c3Rumah Sakit Umum Daerah
                  16Bidan PertamaD IV KebidananIII/a2Rumah Sakit Umum Daerah
                  TENAGA TEKNIS     
                  1Penyuluh Pertanian PertamaS1 PertanianIII/a3Badan Pelaksana penyuluh dan KP
                  2Penyuluh Perikanan PertamaS1 PerikananIII/a2Badan Pelaksana penyuluh dan KP
                  3Analis Masalah SosialS.1 SosiologiIII/a3Dinas Sosial
                  4Penyuluh Kehutanan PertamaS.1 KehutananIII/a1Badan Pelaksana penyuluh dan KP
                  5Instruktur KetenagalistrikanS1 Teknik ElektroIII/a1Dinas Pertambangan Energi dan LH
                  6Penyuluh PeternakanS.1 PeternakanIII/a2Dinas Peternakan dan Perikanan
                  7Pengawas Jalan dan JembatanS1 Teknik SipilIII/a1Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
                  8Analis Program/PerencanaanS1 Teknik SipilIII/a1Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
                  9Petugas Standarisasi dan SertifikasiS1 Teknik SipilIII/a1Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya
                  10Pengawas Bangunan PengairanS1 Teknik SipilIII/a1Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya
                  11Penelaah Data Statistik Pengelolaan DASS1 Teknik SipilIII/a1Dinas Pekerjaan Umum Pengairan
                  13Inspektur Minyak dan Gas Bumi PertamaS.1 Teknik Geologi / PertambanganIII/a2Dinas Pertambangan Energi dan LH
                  14Pranata Laboratorium Kesehatan pertamaS.1 Teknik KimiaIII/a2Rumah Sakit Umum Daerah
                  15Pengendali Dampak Lingkungan PertamaS.1 Teknik Lingkungan HidupIII/a2Dinas Pertambangan Energi dan LH
                    S.1 Manajemen LingkunganIII/a2Badan Penanggulangan Bencana
                  16Perancang Peraturan Perundang Undangan PertamaS1 Ilmu HukumIII/a1Bagian Hukum dan HAM
                  17Analis Kepegawaian PertamaS.1 Adm NegaraIII/a1Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah
                  18pengadministrasi UmumD.3 Adm NegaraIII/a1Bagian Administrasi Pemerintahan Umum
                  19Pranata Komputer PertamaS.1 Sistem InformasiIII/a1Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah
                      1Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu
                  20Analis Sistem Informasi dan JaringanS.1 Teknik InformatikaIII/a1Bagian Humas, Informasi, Komunikasi dan PDE
                      1Dinas Perhubungan
                  21Analis Kerjasama dan PermodalanS1 Ekonomi ManajemenIII/a2Dinas Koperindag
                  22Analis AnggaranS1 Ekonomi AkuntansiIII/a2Bagian Keuangan
                  23Analis Pengelolaan Kekayaan DaerahS1 Administrasi Niaga Prodi BisnisIII/a2Bagian Administrasi Perekonomian
                  24Analis Organisasi MasyarakatS1 Ilmu PolitikIII/a2Badan Kesatauan Bangsa dan LINMAS
                  25Analis Pembangunan Daerah terpencilS1 .Ekonomi PembangunanIII/a2Badan Pemberdayaan Masy. Desa & PD
                  26Analis Kependudukan dan Pencatatan SipilS1 Hubungan Internasional/Ilmu Politik/Ilmu Komunikasi/Hubungan Masyarakat/Ilmu Pemerintahan dan Administrasi UmumIII/a2Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil
                  27Analis Perhubungan dan TelekomunikasiS1 Teknik TelekomunikasiIII/a1Dinas Perhubungan
                  28Analis HukumS1 HukumIII/b1Bagian Administrasi Pemerintahan Umum
                  29ArsitekS1 Teknik ArsitekturIII/a3Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya

                  PERSYARATAN PENDAFTARAN
                  1. Warga Negara Republik Indonesia (WNI)
                  2. Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35(tiga puluh lima)tahun pada saat pelamaran
                  3. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil
                  4. Permohonan ditulis tangan dengan tinta hitam dan huruf balok/cetak
                  5. Fotocopy Ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan (sebanyak 1 rangkap)
                  6. Photo berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 4 (empat) lembar (ditulis nama dan pendidikan)
                  7. Pendaftaran dilakukan melalui website : http://sscn.bkn.go.id
                  8. Bagi pelamar yang memenuhi persyaratan dan telah mendapatkan nomor pendaftaran beserta lembar verifikasi yang didownload dari websitehttp://sscn.bkn.go.id mengirimkan surat permohonan, lembar verfikasi dan berkas lamaran poni 5 dan 6 diatas melalui pos.
                  9. Masing-masing persyaratan tersebut dimasukan dalam Amplop A-4 dengan menulis nomor pendaftaran dipojok kanan atas serta kode jabatan yang dilamar dipojok kiri atas amplop.
                  10. Didalam amplop lamaran dimasukan amplop balasan berukuran A-5 yang ditulis nama, alamat lengkap, nomor telpon beserta kode pos untuk penyampaian jawaban surat lamaran
                  Lamaran ditujukan kepada Bupati Ogan Ilir c.q. Kepala BKD Kabupaten Ogan Ilir melalui Kotak Pos PO BOX 30004 Indralaya

                   


                  Penting !!  
                  -  Memutuskan untuk memilih formasi ini berarti tidak bisa memilih formasi lainnya.

                  -  Apabila sudah memahami dan menyetujui pilihan ini, silahkan melanjutkan ke Formulir Registrasi

                  Ads Inside Post

                  semoga bermanfaat