Sunday, October 19, 2014

makalah Tablet Effervescent.

KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah.Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, Penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tentang Tablet Effervescent.
            Tak lupa Penulis haturkan terima kasih kepada  Dr. rer.nat.Mardiyanto, Apt selaku Dosen Pembimbing pada mata kuliah Teknologi Farmasi yang dengan senantiasa membimbing serta membagi ilmunya kepada Penulis, dan juga teman-teman yang telah membantu dalam penulisan makalah  ini. karena atas pengarahan dan bimbingannya Penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
            Oleh karena itu, pastinya dalam penulisan laporan  ini tidak luput dari kesalahan. Penulis harap pada rekan seperjuangan dapat memberikan kritik dan saran kepada Penulis dalam rangka mencapai kesempurnaan. Agar nantinya dapat bermanfaat bagi Penulis dan rekan-rekan kita lainnya.
Palembang, 6 Mei 2014


Muhammad rizky

Daftar isi
PENDAHULUAN
Latar belakang............................................................................................3
Rumusan masalah......................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA
Tablet effervescent....................................................................................4
Kelebihan tablet effervescent....................................................................4
Kekurangan tablet effervescent.................................................................5
PEMBAHASAN 
Bahan bahan yang perlu dipakai pada tablet effervescent.......................7
Proses pembuatan tablet effervescent........................................................7
Metode pembuatan tablet effervescent......................................................7
Analisis bahan yang dipakai.......................................................................8
PENUTUP
Kesimpulan...........................................................................13
DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN


BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
         Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling
             Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan – bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet effervescent memiliki rasa yang enak karena adanya karbonat yang dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.

Rumusan masalah :
Apa itu tablet effervescent ?
Apa kelebihan dan kekurangan tablet effervescent ?
Apa saja bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tablet effervescentt ?
Bagaimana cara pembuatan tablet effervescent ?
Bagaimana cara mengevauasi tablet effervescent ?

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Tablet Effervescent 
         Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling
         Tablet Effervescent dibuat dengan cara mengempa formulasi sari buah dan bahan-bahan aktif berupa sumber asam dan sumber karbonat. Bila tablet effervescent dimasukkan ke dalam air, akan terjadi reaksi kimia antara sumber asam dan sumber karbonat tersebut sehingga membentuk garam natrium dari asam kemudian menghasilkan larutan gas dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Reaksinya berjalan cukup cepat dan biasanya dalam waktu kurang dari satu menit. Di samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga memberikan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasang (rasa seperti air soda)  
           Reaksi di atas tidak dikehendaki terjadi sebelum effervescent dilarutkan, oleh karena itu kadar air bahan baku dan kelembaban lingkungan perlu dikendalikan tetap rendah untuk mencegah ketidakstabilan produk. Pengendalian akan berlangsung terus secara cepat karena hasil reaksi adalah air. Kelarutan dari bahan baku merupakan salah satu hal yang penting dalam pembuatan tablet effervescent jika kelarutannya kurang baik, maka reaksi tidak akan terjadi dan tablet tidak larut dengan cepat.

Kelebihan Tablet Effervescent
           Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu.
             Selain praktis dan mudah dibawa, cara penyajiannya lebih menarik bila dibandingkan dengan dengan tablet konvensional, dapat diberikan kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet atau kapsul, pada saat dikonsumsi zat aktif dalam keadaan terlarut sehingga absorpsinya lebih mudah, dan berguna untuk obat-obat yang tidak stabil apabila disimpan dalam bentuk larutan, jadi obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan tablet effervescent agar stabil.

Kekurangan Tablet Effervescent
              Disamping mempunyai beberapa keuntungan, tablet effervescent juga memiliki beberapa kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam pengemasannya. Ditinjau dari segi produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan khusus yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia. Kelembaban udara selama proses pembuatan sudah cukup memulai reaktivitas effervescent, dengan demikian seluruh peralatan termasuk mesin cetak tablet harus berada dalam ruangan khusus. Sedangkan dalam segi pengemasannya, tablet effervescent harus dikemas dalam wadah yang kedap udara sehingga dapat melindungi tablet tersebut dari kelembaban, kelembaban udara di sekitar tablet sesudah wadahnya terbuka juga dapat menyebabkan penurunan kualitas produk, setelah sampai di tangan konsumen, harga yang relatif mahal.
BAB 3
PEMBAHASAN 
               
             Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan – bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat. Bila tablet dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet sehingga tablet dapat melarut dengan cepat. Tablet effervescent memiliki rasa yang enak karena adanya karbonat yang dapat memperbaiki rasa dari si tablet effervescent tersebut sehinggan dapat memberikan rasa yang baik ketika konsumen menggunakannya.
              
            Sediaan effervescent biasanya dibuat dan diolah dari suatu kombinasi asam sitrat dan asam tartrat, karena pemakaian asam tunggal saja akan menimbulkan kesulitan pada pembentukkan granul. Bila asam sitrat saja yang digunakan maka akan menghasilkan campuran lekat dan sukar menjadi granul. Perbandingan asam sitrat,asam tartrat dan natrium bikarbonat yang digunakan yang biasa digunakan adalah 1 : 2 : 3,4.
            Bahan-bahan yang dipakai umunya harus tahan panas, mudah dikempa, dan larut dalam air. Bahan baku yang dipakai seperti 
1. Sumber asam meliputi bahan bahan yang mengandung asam atau yang dapat membuat suasana menjadi asam seperti asam sitrat, asam tartrat, asam karbonat, asam malat, asam fumarat , dan asam suksinat. Garam asam merupakan sumber asam tetapi hanya sebagai pengganti bahan asam bila ternyata sediaan tidak dapat dibuat dengan asam saja, seperti natrium dihidrogen fosfat. Sedangkan asam anhidrat merupakan asam lain yang merupakan asam yang tidak mengandung air seperti suksinat anhidrat dan sitrat anhidrat. 
2. Senyawa karbonat dibutuhkan dalam pembuatan sediaan effervescent untuk menimbulkan gas karbondioksida bila direaksikan dengan asam. Bentuk karbonat maupun bikarbonat keduanya diperlukan untuk menimbulkan reaksi yang menghasilkan karbondioksida seperti natrium karbonat, natrium bikarbonat, dan kalium bikarbonat.
3. Bahan pengisi, biasanya dibutuhkan sedikit dalam pembuatan tablet effervescent ini karena tablet telah mengandung effervesent mix ( bahan bahan tambahan lain sebagai bahan baku pembuatan tablet effervesent. Bahan pengisi yang umum yang dipakai antara lain, glukosa, laktosa, dan maltodekstrin. Namun natrium bikarbonat dapat pula sebagai [engisi yang baik. Syarat yang harus dipenuhi bahan pengisi dalam sediaan tablet effervescent adalah mudah larut dalam air sehingga dapat membentuk larutan yang jernih. 
4. Bahan tambahan lain, meliputi bahan obat, bahan pewarna, lubrikan serta bahan perisa. Bahan bahan tambahan lain seperti pemanis , pewarna dll digunakan untuk memberikan penampilan tablet yang menarik dan memberikan rasa nyaman ketika dikonsumsi. Namun syaratnya bahan bahan tersebut larut dalam air.  

            Secara sederhana proses pembuatan tablet effervescent dibagi menjadi dua 
tahap yaitu :
1. Proses pencampuran
            Proses pencampuran ini bertujuan untuk mendapatkan massa tablet yang homogen. Tujuan ini dapat dicapai bila sifat partikel penyusun campuran dan faktor lainnya yang mempengaruhi proses pencampuran adalah sama. Sifat fisisdari partikel yang mempengaruhi proses pencampuran adalah ukuran, bentuk, densitas dan kelembaban partikel, sedangkan faktor lainnya adalah kadar partikel. Pada proses pencampuran ini bahan-bahan yang dicampurkan meliputi sumber karbonat, sumber asam, bahan pengikat, bahan pengisi, bahan pelincir, bahan cita rasa dan bila perlu ditambahkan pewarna.
2. Proses pencetakan tablet
             Pada prinsipnya, tablet dapat dibuat melalui kempa langsung atau granulasi, baik granulasi basah atau granulasi kering. Untuk menentukan metoda pembuatannya apakah dibuat kempa langsung atau granulasi sangat tergantung pada dosis dan sifat zat aktifnya. Dibandingkan dengan metoda granulasi, metoda kempa langsung dinilai lebih menguntungkan dalam hal penghematan waktu, peralatan, ruangan maupun energi yang dibutuhkan. Namun demikian, untuk metoda kempa langsung ini semua komponen tablet baik zat aktif, bahan pengisi, pengikat dan penghancur harus memiliki sifat alir dann kompresibilitas yang baik. Pada proses pengempaan untuk zat aktif dengan dosis kecil hal ini tidak akan menjadi masalah selama homogenitasnya diperhatikan. Tetapi untuk zat aktif dengan dosis besar, jika sifat alir dan kompresibilitasnya tidak baik diperlukan bahan tambahan yang efektif untuk mengatasi sifat alir dan kompresibilitas.
            Pada pembuatan tablet effervescent  suhu dan RH (relative humidity) merupakan salah satu faktor yang sangat penting. RH yang rendah dan suhu yang rendah (cool) sangat penting untuk mencegah proses granulasi dan pembentukan tablet dari penyerapan uap air, yang menyebabkan ketidakstabilan tablet. Ruangan ber-RH maksimal 25% dan bersuhu 25oC, merupakan kondisi yang baik untuk proses pembuatan tablet effervescent.
       Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu 
1. Metode kering
      Umumnya digunakan untuk zat zat yang tak tahan lembap atau panas serta rusak bila berinteraksi dengan air. Metode ini meliputi metode pembuatan secra kempa langsung dan granulasi kering yang dilakukan sama seperti pembuatan tablet biasa.
2. Metode basah
      Yang termasuk metode ini adalah metode granulasi basah. Metode ini biasa digunakan untuk bahan bahan yang tahan air. Metode granulasi basah juga digunakan untuk bahan bahan pembuatan tablet yang tidak dapat dikempa langsung. Prinsip dari metode ini adalah membasahi masaa tablet dengan larutan pengikat sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu, kemudia massa basah digranulasi kemudian granul yang dihasilkan barulah dicetak. 

Prosesnya:
1.      Cara Pemanasan.
Biasanya komponen asam yang dipanaskan. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan.
2.      Granulasi dengan Cairan Reaktif.
Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0,1-0,5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil.
3.      Granulasi dengan Cairan Non Reaktif.
Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak.
           Pada proses pembuatan tablet effervescent ini dibutuhkan kondisi khusus dimana nilai RH maksimum yang memenuhi persyaratan yaitu 25 % pada suhu 25 derajat celsius. Hal ini diperlukan untuk menghindari masalah setelah proses pembuatan akibat pengaruh kelembapan. Kondisi tersebut diatas juga diperlukan pada penyimpanan hasil produksi karena hasil yang lembap dapat menginisiasi CO2. 
1. Instan jahe merah            
          
            Pada pembuatan tablet effervescent ini digunakan sebagai bahan aktif. Jahe merupakan sumber antioksidan dan obat tradisional  yang sudah banyak tersebar di Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman, jenis rempah ini telah terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, rempah ini juga digunakan sebagai obat antiin amasi dan penamba nafsu makan
2. Asam sitrat
          
            Sumber asam yang paling umum digunakan dalam pembuatan tablet effervescent adalah asam sitrat dan asam tartarat. Asam sitrat terdapat dalam bentuk serbuk hablur, anhidrat, dan bentuk monohidrat. Asam sitrat bersifat higroskopis sehingga harus dijaga dari masuknya udara terutama bila disimpan dalam ruang dengan kelembaban udara yang tinggi. 
          Asam sitrat merupakan asam yang umum digunakan sebagai asam makanan dan harganya relatif murah. Asam ini memiliki kelarutan yang tinggi, mempunyai kekuatan asam yang tinggi dan tersedia dalam bentuk granular, anhidrat dan bentuk monohidrat. Selain itu, tersedia juga dalam bentuk serbuk. Asam ini sangat higroskopis, oleh karena itu penanganan dan penyimpanannya memerlukan perhatian khusus.

3. Natrium bikarbonat
        
           Natrium bikarbonat merupakan sumber utama karbondioksida dalam sistem effervescent. Senyawa ini larut sempurna dalam air, tidak higroskopis,  tidak mahal, banyak tersedia di pasaran dalam lima tingkat ukuran partikel (mulai dari serbuk halus sampai granula seragam yang mengalir bebas), dapat dimakan dan digunakan secara luas dalam produk makanan sebagai soda kue. Natrium bikarbonat merupakan alkali natrium yang paling lemah, mempunyai pH 8,3 dalam larutan air dalam konsentrasi 0,85%. Zat ini menghasilkan kira-kira 52% karbondioksida.
           Sumber karbonat, digunakan sebagai bahan penghancur dan sumber 
timbulnya gas yang berupa CO2 pada tablet effervescent. Sumber karbonat yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet effervescent adalah natrium karbonat dan natrium bikarbonat. Keduanya adalah yang paling reaktif. Dalam tablet effervescent, sodium bikarbonat merupakan sumber karbon yang paling utama yang dapat larut sempurna, nonhigroskopik, murah, banyak, dan tersedia secara komersial mulai dari bentuk bubuk sampai bentuk granul. Sehingga natrium bikarbonat lebih banyak dipakai dalam pembuatan tablet effervescent.  
4. Asam tartrat
           
          Memiliki bentuk hablur, tidak berwarna, tidak berbau, berasa asam, stabil di udara, serta memiliki daya larut yang tinggi dalam air. 

5. Mannitol

           Manitol dengan rumus kimia C6H14O6 atau D-mannitol; 1,2,3,4,5,6 hexane hexol merupakan monosakarida poliol dengan nama kimia manitol berbentuk kristal berwarna putih, tidak berbau, larut dalam air, sangat sukar larut dalam alkohol dan tidak larut hampir dalam semua pelarut organik.
             Meskipun manitol memiliki gula alkohol yang relatif rendah yang mempunyai efek pendingin yang biasanya ditemukan dalam permen mint. Namun, ketika manitol benar-benar di larutkan dalam produk menginduksi efek pendinginan yang kuat. Selain itu mempunyai sifat higroskopis yang sangat rendah yang tidak akan mengambil air dari udara sampai tingkat kelembaban 98%. Rasa yang menyenangkan dan mouthfeel dari manitol juga membuatnya menjadi populer untuk tablet kunyah.

6. Polietilenglikol 8000
     
            PEG 8000 merupakan suatu lubrikan tablet effervescent yang paling efisien karena dapat terdispersi dengan air sehingga menghasilkan larutan effervescent yang jernih saat dilarutkan ke air. Konsentrasi yang dipakai berkisar 1,5 %. Mempunyai pemerian serbuk putih hablur , larut dalam air, dam memounyai tingkat ke-higroskopisan yang rendah dibandng jenis PEG lain.

7. Polyvinil Alkohol ( PVA )
         
Pada formulasi tablet banyak dipakai sebagai bahan matriks tablet lepas lambat, pengikat, dan sebagai bahan salut film pada tablet. Konsentrasi yang dipakai antara 5-7 % .
Evaluasi sediaan 
       Beberapa evaluasi perlu dilakukan untuk menguji tablet yang telah diproduksi demi mengetahui kualitasnya sebelum dijual dan sampai ke tangan konsumen. 
       Evaluasi yang dilakukan terbagi atas dua tahap yaitu saat fase granul dan saat fase tablet. Prosedur yang dilakukan dan ketentuannya sama persis dengan pembuatan tablet biasa. 

1. Evaluasi massa tablet
a. Waktu alir ( ideal 10 gram/s )
b. Sudut diam ( ideal 20-40 derajat )
c. Bobot jenis
d. Uji kompresibilitas ( Dengan mengukur tap dan bulk density )
e. Uji kadar air ( Maksimum 10 % untuk tablet effervescent )
2. Evaluasi tablet
a. Pemeriksaan organoleptis
b. Waktu hancur ( ideal 5 menit pada suhu 25 derajt celcius untuk tablet effervescent )
c. Keseragaman ukuran ( Menggunakan jangka sorong )
d. Keseragaman bobot ( Dengan menimbang bobot 20 tablet )
e. Kekerasan tablet ( Dengan alat Hardness tester )
f. Uji friabilitas ( Dengan alt Friability tester )
g. Uji pH ( pH harus mendekati netral untuk tablet effervescent )
h. Uji kadar air ( maksimum 10 % untuk tablet effervescent )

BAB 4
PENUTUP
             Effervescent didefenisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil reaksi kimia larutan. Gas yang dihasilkan saat pelarutan Effervescent adalah karbon dioksida sehingga dapat memberikan efek sparkling.
             Tablet effervescent dibuat dengan cara mengempa bahan – bahan aktif dengan campuran bahan – bahan organik seperti asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat dan juga bahan bahan pendukung tablet lainnya seperti lubrikan, disintegran, dan lain-lain. Bila tablet dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan gas karbondioksida yang akan memecah tablet sehingga tablet dapat melarut dengan cepat.
              Metode pembuatan tablet effervescent terbagi atas dua yaitu metode kering dan metode basah. Metode kering terdiri atas kempa langsung dan granulasi kering, sementara metode basah yaitu dengan granulasi basah.  
              Kelebihan tablet effervescent adalah penyiapan larutan dalam waktu seketika yang mengandung dosis obat yang tepat. Selain itu tablet effervescent dapat menghasilkan gas karbondioksida yang memberikan rasa yang enak karena ada karbonat yang membantu memperbaiki rasa pada beberapa obat tertentu. Disamping mempunyai beberapa keuntungan, tablet effervescent juga memiliki beberapa kekurangan, baik dalam produksi maupun dalam pengemasannya. Ditinjau dari segi produksi, tablet effervescent harus dibuat dalam ruangan khusus yang mempunyai kelembaban relatif 20-25% jadi sulit untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia

DAFTAR PUSTAKA 

Ansel, H., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi ke – 4. UI Press. Jakarta
Harler. 1997. Tea Manufacturing. Oxford University Press. London
Hui, Y.H., 1992. Encyclopedia of Food Science and Technology. Jhon Wiley and Sons Inc. New York
Voight, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi Kedua. Penerjemah Soendari. Gajah Mada University Pers. Yogyakarta

No comments:

Post a Comment

Silahkan corat coret kolom komentar ^_^

Ads Inside Post

semoga bermanfaat